Butuh Bantuan? +6281252850005
  1. Home
  2. √ Pengertian Kemoterapi dan Terapi target
Image Description
Info Kesehatan

√ Pengertian Kemoterapi dan Terapi target

Kemoterapi dan targeted therapy adalah 2 jenis pengobatan kanker yang biasa dilakukan oleh pasien untuk menyembuhkan penyakit kanker. Namun, dari kedua jenis pengobatan tersebut manakah yang lebih bagus?

Kemoterapi

Dari penjelasan Dr. Shum Weng Yoon, dokter onkologi (kanker) yang praktek di RS Mahkota Medical Centre, kemoterapi merupakan jenis pengobatan kanker yang tertua (digunakan sejak tahun 1950-an) dan paling umum digunakan di seluruh dunia dan dapat digunakan untuk pengobatan semua jenis penyakit kanker.

Terapi ini menggunakan obat yang bersifat toksik dan berbahan kimia yang mempunyai kemampuan untuk memusnahkan seluruh sel, baik itu sel kanker (sel jahat) maupun sel normal (sel baik).

Chemotherapy bisa diberikan secara:

  • Topikal: krim atau gel yang dioleskan pada kulit guna mengatasi kanker kulit.
  • Oral: obat kemoterapi dalam bentuk pil, kapsul, dan cairan.
  • Suntik: suntikan biasanya diberikan pada otot atau lapisan lemak pada lengan, paha, ataupun perut
  • Intraperitoneal (IP): obat diberikan langsung melalui proses operasi atau lewat selang khusus ke dalam rongga perut.
  • Intraarteri (IA): obat dimasukan ke dalam arteri yang dapat menyalurkan darah ke kanker.
  • Intravena (IV): obat dimasukan langsung ke pembuluh darah vena.

 

Pengobatan ini bisa digunakan sebagai pengobatan tunggal atau dikombinasikan dengan operasi, terapi radiasi, atau terapi biologis lainnya tergantung jenis kanker, status pasien, dan kondisi kanker.

Selain untuk pengobatan kanker, kemoterapi juga bisa digunakan pada pasien dengan gangguan sistem imun atau gangguan sumsum tulang belakang.

Kelebihan

  • Dapat menurunkan banyaknya jumlah sel kanker.
  • Mengurangi kecenderungan sel kanker agar tidak bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Mampu mengecilkan ukuran tumor, serta mengurangi gejala kanker yang dirasakan.
  • Memungkinkan kanker untuk tidak datang lagi di kemudian hari jika terapi ini dilakukan setelah operasi.
  • Dapat mengurangi rasa sakit akibat sel kanker yang meluas pada kanker stadium lanjut.

 

Kekurangan

  • Pasien harus terus menerus datang ke rumah sakit yang mana hal ini membutuhkan banyak waktu, uang, tenaga, dan pikiran.
  • Pada beberapa pasien, terapi ini tidak bekerja dan memberikan dampak positif yang cukup baik.
  • Kemoterapi menyebabkan beragam efek samping karena terjadinya kerusakan pada sel-sel normal.

 

Efek Samping

Efek samping pada pasien dapat berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahan kanker itu sendiri. Adapun efek samping yang dimaksud yaitu:

  • Rambut akan rontok
  • Rasa Nyeri
  • Hilangannya nafsu makan
  • Terjadinya penurunan berat badan yang tidak normal
  • Mual dan muntah
  • Sesak nafas dan kelainan detak jantung akibat anemia
  • Kulit kering dan terasa perih
  • Kesulitan tidur
  • Gangguan psikologis
  • Gangguan kesuburan dan penurunan gairah seksual
  • Rasa lelah dan lemah
  • Diare
  • Sariawan
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Mudah memar

Pada beberapa kasus, kemoterapi dapat menyebabkan penurunan tingkat sel darah putih dengan cepat yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

Terapi target

Terapi target atau targeted therapy adalah pengobatan kanker yang khusus menargetkan sel kanker tertentu dengan menggunakan obat yang dapat menghambat perkembangan dan membunuh sel kanker.

Pengobatan ini mengakibatkan ketidakaktifan sel-sel kanker tertentu saja sehingga efek sampingannya sangat rendah.

Jenis

Umumnya, targeted therapy dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Senyawa molekul kecil: khususnya untuk sasaran yang terdapat di dalam sel, karena molekul kecil ini bisa masuk kedalam sel dengan mudah.
  • Antibodi monoklonal: menargetkan molekul yang berada di luar sel atau permukaan sel-sel kanker.

 

Kelebihan

  • Mengubah protein dalam sel kanker sehingga sel mati.
  • Memicu sistem imun untuk menghancurkan sel kanker.
  • Membawa racun ke sel kanker untuk membunuhnya, bukan ke sel normal.
  • Memblokir atau mematikan sinyal kimia yang memberitahu sel kanker untuk tumbuh dan menyebar.
  • Menghentikan pembuatan pembuluh darah baru yang dapat memberi nutrisi pada sel kanker.
  • Mencegah tubuh membuat hormon tertentu atau menghalangi kerja hormon tertentu yang dapat menyebabkan sel kanker tumbuh.

 

Kekurangan

  • Terapi ini hanya bisa mengobati beberapa jenis kanker saja, seperti: kanker payudara, kolon, limfoma, darah, kulit, paru-paru, dan prostat.
  • Terapi target dapat menimbulkan efek samping.

 

Efek Samping

Berbeda dengan kemoterapi yang punya side effects beragam, terapi ini hanya menimbulkan lebih sedikit efek samping, seperti:

  • Mengalami sariawan
  • Adanya gangguan pada kulit, seperti kulit gatal, kemerahan, dan kering
  • Kelelahan
  • Terjadinya peningkatan tekanan darah
  • Gangguan pada hati
  • Gangguan penggumpalan darah dan penyembuhan luka
  • Masalah rambut, seperti rambut kering, tipis, rapuh, rontok, dan bahkan kebotakan

Jadi, mana yang paling bagus: diantara kemoterapi atau targeted therapy?

Kedua jenis terapi ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam kebanyakan kasus, dokter akan memberikan saran opsi terapi setelah melakukan pengecekan menyeluruh. Pasien dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter onkologi sebelum menjalankan pengobatan.

Untuk mendapatkan diagnosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bila berencana untuk berobat ke Malaysia, silakan klik di sini

small-1630574197-Dr-Shum-Weng-YoonEdit.jpg

Dr. Shum Wong Yoon

Dokter Onkologi

(sub. Oncology dan Radiotherapy)

Mahkota Medical Centre

About Author

Image Description
Shum Weng Yoon - Mahkota Medical Centre
Member Since: Sep 02, 2021

Butuh Bantuan? Yuk Chat..
Jika Anda butuh bantuan
Mulai chat dengan tim support Kami
Konsultan
Saya Online