Butuh Bantuan? +6281252850005
  1. Home
  2. √ Syarat berobat ke malaysia 2022 - Update April

Syarat Berobat ke Malaysia 2022

 

Sebelum pandemi COVID-19 telah menyebar luas ke seluruh penjuru dunia, syarat untuk pergi berobat ke Malaysia sangatlah sederhana dan tidak begitu rumit. Untuk saat ini, pasien dengan kasus tertentu tetap bisa pergi berobat, sedangkan pasien yang ingin kontrol atau medical check up masih belum diperbolehkan.

Dikarenakan masih sering terjadinya perubahan aturan untuk persyaratan berobat ke malaysia, pasien yang memiliki rencana untuk melakukan pengobatan ke malaysia, harus memastikan terlebih dahulu semua persyaratan sebelum melakukan perjalanan berobat dengan menghubungi team kami disini, agar mendapat update info terkini mengenai syarat berobat ke malaysia. 

Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan terkait Syarat Berobat ke Malaysia di Tahun 2022

Sejak tanggal 6 September 2021, pasien boleh ke Malaysia menggunakan pesawat komersil dengan tujuan Kuala Lumpur International Airportatau Kuala Lumpur International Airport 2. Harga tiket saat ini berkisar antara Rp 1,5 - 2 Jutaan.

Semua pasien, baik yang sudah maupun yang belum vaksin, dapat berobat ke Malaysia dengan mengikuti prosedur di atas.

Estimasi lama karantina minimal 7 hari. Karantina akan dilakukan di RS.

Tentu saja ya, hingga saat ini update info terakhir pada bulan Januari 2022, pasien dan juga pendamping tetap wajib melakukan karantina minimal selama 7 hari di RS.

 
 

Syarat Berobat Ke Malaysia Saat ini (COVID-19) - April 2022

 Tanpa ada batasan pendamping .
 Pasien Tidak perlu karantina*.
 Pasien belum vaksinasi lengkap atau belum vaksin bisa berobat ke Malaysia
 Melampirkan dokumen-dokumen seperti paspor, KK, KTP, Sertifikat vaksin dan dikirimkan ke tim perwakilan kami untuk ijin masuk.
 Bisa menggunakan transportasi umum.
 
 

Cara Berobat Ke Malaysia Selama Pandemi COVID-19

Secara sederhana, berikut 7 cara berobat ke malaysia saat ini:

Pertama, pilih rumah sakit dan dokter spesialis yang ingin Anda temui saat di Malaysia nanti.

Note per Januari 2022: Semua RS yang sudah bisa menerima pasien asal Indonesia, yaitu Mahkota Medical Centre, Gleneagles Kuala Lumpur, Regency Specialist Hospital , Institut Jantung Negara dan Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur Saat ini sudah bisa menerima pasien asal indonesia.

Silakan hubungi kami untuk mendapatkan rekomendasi dokter yang cocok untuk menangani keluhan Anda.

Dokter yang Anda pilih tadi harus mengevaluasi apakah keluhan/penyakit pasien cukup serius sehingga harus ditangani segera.

Oleh karena itu, mohon kirimkan resume medis pasien terbaru, paspor pasien, dan paspor pendamping ke tim kami untuk diteruskan ke dokter spesialis.

Penting! Sebelum beli tiket, pastikan masa berlaku passport Anda dan pendamping masih lebih dari 6 bulan.

Jika dokter spesialisnya setuju untuk menangani pasiennya, maka dokter akan mengirimkan permohonan ke MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) agar pasien boleh masuk ke Kuala Lumpur.

Kemudian pihak MHTC juga akan mempertimbangkan kasusnya. Jika disetujui, pasien boleh berangkat.

Namun jika dokter spesialis atau MHTC tidak menyetujui kasusnya maka pasien tidak diperbolehkan untuk berangkat.

Proses ini berlangsung selama kurang lebih 3 - 14 hari.

Ada 2 opsi transportasi yang diberikan MHTC bagi pasien yang mau datang berobat, naik pesawat atau kapal ferry charter.

Untuk menuju Kuala Lumpur, pasien dapat memilih salah satu dari opsi yang tersedia.

KABAR BAIK: Mulai 6 September 2021, pasien boleh ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat komersil. Harga tiket saat ini sekitar Rp 1,5 - 2 Jutaan.

Namun bagi pasien yang mau menggunakan kapal ferry, hingga saat ini pasien tetap harus charter (sewa). Opsi ini cukup memberatkan pasien karena biaya charter kapal ferry lebih mahal:
Dumai-Melaka, harga sekitar Rp 80 juta.
Batam-Johor, harga sekitar RM 5500-6000.
Setelah itu pasien dan pendamping melanjutkan perjalanan ke RS yang dituju di KL dengan menggunakan ambulans.

Sebelum berangkat, pasien dan pendamping harus tes PCR. Maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.

Mulai 22 November 2021, pasien dan pendamping wajib membeli asuransi perjalanan COVID-19 dan mengirimkan bukti polis sebelum berangkat.

Salah satu penyedia asuransi ini adalah Tune Protect.

Silakan hubungi kami untuk pembelian asuransi ini.

Untuk informasi lebih detail bisa baca SOP Lengkap Berobat Ke Malaysia dengan klik link dibawah ini :

Penting: SOP Lengkap Berobat Ke Malaysia

Biasanya dokter akan menangani pasien setelah masa karantina selesai.

Pendamping pasien diperbolehkan untuk tinggal di luar rumah sakit setelah masa karantina selesai sambil menunggu pasien pulih. Tapi, pendamping tidak boleh berwisata.

Ditulis pada tanggal 23 Mar 2022
Diperbaharui terakhir pada tanggal 1 April 2022.

Butuh Bantuan? Yuk Chat..
Jika Anda butuh bantuan
Mulai chat dengan tim support Kami
Konsultan
Saya Online